Warnai Rambut Tanpa Merusaknya Dengan Pewarna Rambut Yang Direkomendasikan

Mempercantik diri dengan mewarnai rambut merupakan sesuatu yang lumrah terutama pada kaum wanita. Rambut wanita seakan menjadi mahkota utama, untuk mempercantik diri. Mewarnai rambut memang diperlukan kewaspadaan, baik tata cara pewarnaan, bahan yang digunakan dan terlebih lagi perawatan setelah warna rambut diwarnai.

Kreasi warna rambut wanita saat ini telah bermacam macam, tak hanya mewarnai saja, ada pula pengeritingan, pelurusan dan rambut gelombang. Kreasi utama pada rambut memang menjadi sebuah tatanan kecantikan yang dapat mempengaruhi bentuk wajah seseorang. Namun kerap kali seseorang lupa mengenai kesehatan rambutnya, sehingga memicu timbulnya penyakit lain seperti kerontokan, rambut bercabang dan kering.

 

rambut rusak diwarnai

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mewarnai rambut adalah pemilihan bahan yang tidak mengandung zat berbahaya. Meskipun itu mengandung zat kimia akan tetapi presentase keamanan harus tetap tinggi contoh saja produk yang sudah di sertifikasi BPOM. Berikut ini contoh kandungan zat pewarna yang berbahaya :

  1. Propylene glycol adalah bahan cat rambut yang memiliki indikasi berbahaya, bila sampai terkena kulit kepala dapat menyebabkan iritasi kemerahan. Badan BPOM telah menarik sebagian peredaran cat rambut yang memiliki kandungan tersebut, namun beberapa produk telah lolos dari pengawasan.

  2. Natrium lauril sulfat dan sodium lauret sulfat adalah bahan yang dapat membuat iritasi kulit dan menyebabkan kerusakan kulit. SLS atau biasa disebut Sodium Lauryl Sulfate adalah bahan yang terkandung pada deterjen keras, biasanya dapat mengelupaskan warna yang menempel di baju. Bila ini anda lanjutkan terus menerus dijamin rambut anda akan mengalami kerontokan.

  3. DEA (dietanolamina), MEA (momoethanolamine) TEA (trietanolamina) adalah bahan yang dapat merusak warna pigmen asli di rambut anda. Bila hal ini berlarut larut, warna rambut dari akar mengalami perubahan, entah itu warna terlihat muda yang memutih ataupun warna kering atau rusak.

  4. Formaldehida semacam bahan kimia untuk pengawetan atau sama seperti formalin

Berikut ini beberapa efek buruk ketika salah memilih zat pewarna rambut, diantaranya :

  1. Elergi. Bila cat rambut anda tidak cocok pasti akan menimbulkan gatal – gatal ataupun panas. Bila hal ini terlanjur silahkan hentikan pemakaian dan lakukan perawatan rambut SPA di salon terdekat.

  2. Gangguan Mata. Zat yang meresap di dalam rambut dapat mengiritasi mata melalui air pada rambut yang basah dan menetes di mata.

  3. Hodhkins dan multiple myloma. Penyakit ini timbul bila telah mengalami kerusakan pada sel kulit kepala, sebaiknya berhati – hatilah.

  4. Rambut Rontok

  5. Peradangan. Dalam waktu yang lama menggunakan perwarna rambut dapat mengakibatkan indikasi gangguan pada anggota tubuh lainnya. contoh adalah peradangan furunkel, adalah perandangan yang ditengahnya terdapat sebuah kerucut nyeri dan pustul dan pada akhirnya akan menjadi abses dan pecah. Silahkan konsultasikan kepada dokter bila hal ini terjadi.

Bagaimana Cara Mewarnai Rambut Agar Tidak Rusak Dan Aman ?

  1. Perhatikan kondisi rambut anda, pakaliah masker sebelum melakukan pewarnaan.

  2. Pilih cat rambut yang berkualitas tinggi. Ciri yang paling utama adalah kandungan terbuat dari bahan yang alami seperti mint, fennel, yarrow dll. Untuk lebih jelasnya silahkan baca halaman pewarna rambut agar mendapat informasi yang lebih jelas dan lengkap.

  3. Proses Pewarnaan. Proses pewarnaan sebaiknya di udara 20 hingga 25 derajat selsius. Gunakan prosedur pewarnaan sesuai dengan produknya.

  4. Persiapkan alat yang dibutuhkan. Untuk mewarnai pastikan alat tersebut sudah siap diantaranya, cat rambut, jepit rambut, kain hitam, sarung tangan, kuas dan penutup kepala.