Efek Merokok Bagi Kulit

Kulit Akibat Merokok

Merokok tidak hanya buruk bagi kesehatan tapi juga buruk untuk kecantikan. Istilah "Smoker's face" (wajah perokok) telah ditambahkan ke kosakata medis pada tahun 1985. Seorang dokter Inggris yang menciptakan istilah tersebut, Dr. Douglas Model, mampu mengidentifikasi setengah dari perokok di antara para pasiennya dengan hanya melihhat penampilan wajah mereka. KMemang, kerusakan kulit akibat merokok tidak terlihat secara langsung, dan banyak perokok mengabaikan risiko tersebut. Namun setelah kerusakan mulai tampak dan terbentuk, sayangnya sering sudah terlambat untuk diperbaiki.

Efek merokok bagi kulit antara lain:

  1. Dehidrasi Merokok dapat menyebabkan kulit kering. Sebagaimana asap rokok mengurangi kadar air di kulit, maka semakin banyak kerutan yang timbul. Bahan kimia dalam asap menyebabkan dehidrasi, terutama arsenik dan karbon monoksida. Ketika bahan-bahan kimia tersebut meresap ke dalam kulit, kulit menjadi kekurangan oksigen, yang akhirnya menyebabkan kekeringan.
  2. Sirkulasi darah yang buruk Kurangnya oksigen yang disebabkan oleh merokok menyebabkan efek lain lebih dari sekedar dehidrasi, yakni dapat menyebabkan sirkulasi darah melambat. Hal ini dapat memicu penuaan dini. Alih-alih kulit bercahaya sehat alami, kulit justru menjadi kusam dan tampak lebih tua daripada usia seorang perokok sebenarnya.
  3. Keriput Efek yang paling menonjol dari merokok pada kulit adalah keriput. Efek merokok bisa dikatakan hampir sama dengan kerusakan yang disebabkan akibat sinar matahari. Menurut Mayo Clinic, Elastin yang membuat kulit lentur mulai masuk ke fragmen dan mengental setiap kali seseorang merokok. Orang yang merokok untuk jangka waktu yang lama akan menemukan garis kerutan pada sudut mata dan bibirnya.
  4. Kanker kulit Melanoma dan sel skuamosa karsinoma juga bisa masuk ke dalam tubuh saat merokok. Perokok memiliki peningkatan risiko mengembangkan potensi kanker kulit yang mematikan tersebut. Pusat Informasi Nasional Bioteknologi menyebutkan bahwa orang yang merokok lebih berpotensi untuk meninggal akibat kanker kulit seperti melanoma. Menurut Massey Cancer Center dari Universitas Commonwealth Virginia, kanker kulit pada mulut dan bibir sering ditemui pada perokok daripada bukan perokok.

Penting untuk dipertimbangkan!

Karena sulit untuk mengobati dan mengembalikan kerusakan yang disebabkan rokok pada kulit, orang yang merokok harus mengetahui dan mempertimbangkan resiko-resikonya terlebih dahulu. Mantan perokok dapat memperbaiki beberapa kerusakan kulit dengan melakukan diet yang baik dann benar, menggunakan dan mengkonsumsi makanan atau produk-produk perawatan kulit untuk anti-penuaan serta mengkonsumsi suplemen kulit lainnya.


Tags: , ,